qAn6xTt0NGhMzODK9jwN89XI4WbpPeIUz61Df2Lq

Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Maaf sudah 3 bulan ini saya tidak membuat artikel lagi dan mohon maaf untuk kali ini saya tidak menulis tentang tutorial blogger atau tips teknologi lainnya, karena hari ini saya akan menceritakan kisah senang dan sedih saya selama 3 bulan bekerja sesuai dengan profesi yang saya tekuni sejak kuliah.

Saya harap kalian bisa mengeti dengan apa yang saya ceritakan ini, saya tau kita berada di generasi malas membaca, tapi saya sangat mohon untuk membacanya dengan baik tanpa melompati setiap kalimat yang saya tulis ini.

Mungkin dalam cerita ini saya akan menyinggung beberapa orang di masa lalu, teman kerja, teman dekat, pacar saya dan beberapa orang yang datang di kehidupan saya dan pergi tanpa mengatakan apa-apa (aseekk). Saya juga sudah meminta izin dari mereka jika ada beberapa dari kalimat saya ini yang menyinggung atau membuat darimu cemburu.

Karena beberapa cerita ini membahas tentang perempuan lain di kehidupan saya ini, saya meminta izin terlebih dahulu ke pacar saya agar tidak terjadi kesalapahaman dan kecemburuan, biar lebih greget langsung saya tampilkan screenshotnya disini ๐Ÿ˜… :
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Jujur saya sendiri sendiri jarang bertemu dengan pacar saya, dikarenakan saya menyuruhnya untuk lebih fokus di perkuliah saja dan jangan terlalu memikirkan pacaran, namun tetap membimbingnya, dan menunggu di depan.

Saat pertama dia kuliah, saya sering memberi dia pesan bahwa Utamakan masa depan/kuliah karena itu membuat kita bisa menjadi lebih baik, Kedua Keluarga karena mereka yang selalu ada bersamamu, Ketiga Teman karena mereka selalu membantu dan berjuang bersamamu (Saya sangat suka orang yang setia kawan๐Ÿ˜Š), dan Biarlah Pacar yang di Nomor Terakhirkan, karena biasanya saat kita mengutamakan pacar terkadang kita akan menjadi lupa dengan pendidikan dan taman dekat kita sendiri.

Lanjut ke cerita semula...

Sudah 1 tahun saya menganggur setelah saya lulus kuliah.. berdiam diri di rumah.. beberapa kali di tolak dalam lamaran pekerjaan. Kemudian sekarang saya jadi tau seperti apa rasanya tidak menonaktifkan handphone selama berminggu-minggu berharap mendapatkan telepon dari sang penerima lamaran (dan nyatannya tidak di telpon sama sekali, dalam artian ditolak). Kadang saya jadi kepikiran, "sedih juga yaaa.. mengharapkan sesuai yang tidak pasti ๐Ÿ˜Š.

Cepek juga menyetor berkas dan ujung-ujungnya selalu di tolak..
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Melihat teman-teman saya yang sudah kerja kadang membuat saya merasa iri, ditambah lagi ibu saya selalu membanding-bandingkanku dengan orang lain yang lebih sukses. Terkadang beberapa omongannya tersebut membuat saya menjadi kecewa padahal saya ingin mendapatkan kata-kata yang lebih baik dari itu, tapi saya anggap itu sebagai hal lain yang membuat saya menjadi lebih semangat๐Ÿ˜Š.

Bicara tentang orang tua, jujur ibu saya adalah orang yang paling keras, saat saya kecil, saat kumpul bersama teman-teman 1 lorong atau bermain terlalu jauh kadang saya suka di larang dimarahi, tidak jarang juga saya juga saya menggunakan kayu gamal (jangan tanya sakitnya seperti apa) kadang saya heran kenapa marahnya berlebihan sekali....

Karena saya di didik dengan keras, saya jadi sering mendapatkan peringkat 1 di kelas sejak SD, setidaknya bisa membanggakan orang tua lah. Tapiii... saat saya turun ranking saat naik ke kelas 6 bukannya di beri motivasi malah di pukul lagi pake kayu gamal๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ค (Akhirnya saya menangis dari pagi sampai menjelang sore)
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Sebenarnya saya tidak pantas menceritakan ini... tapi sebenarnya ibu saya baik lahh. dia hanya ingin membuat anaknya jadi lebih baik lagi.
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Beralih ke topik utama...

Setelah mendapatkan STR di awal tahun ini, saya mendapatkan informasi lowongan pekerjaan sebagai honorer di sebuah puskesmas. Tunggu..!! saya berpikir, honorer? mengabdi? sepertinya gajinya akan sedikit, tapi sudah lah ada orang yang lebih susah daripada saya jadi tidak boleh pilih-pilih dalam pekerjaan, karena sebenarnya hal yang kita keluhkan kadang adalah hidup yang orang lain inginkan "saya kutip dari internet :v"(Sekalian tambah-tambah pengalaman).

Besoknya saya langsung berpakaian rapi, menyiapkan berkas yang diperlukan dan langsung ke tempat tujuan.
Sepupu saya berkata "cepatnya mi gerakanmu, baru dengan info lowongan, besoknya ko sdah mau daftar mi (dengan logat)"
Saya berkata " Kalau tidak cepat nanti di ambil orang, susah di jaman sekarang cari kerja ehh (sambil menghembuskan napas :v)"

Sesampainya di sana, tidak disangka-sangka, semuanya berjalan dengan lancar, bahkan di hari pertama, saya langsung di suruh kerja, sambil di pantau terlebih dahulu dan beruntungnya lagi saya bertemu teman satu angkatan saya semasa kuliah dulu.. dan pada saat itu dia sedang magang di tempat itu juga karena sedang melanjutkan kuliah profesinya sebagai apoteker.
Dalam hati "beruntungnya saya di awal tahun ini, mungkin ini berkat doa kedua orang tua saya yang dikabulkan oleh allah, sehingga diberi banyak kemudahan ๐Ÿ˜Š"

Setelah beberapa menit di puskesmas tersebut, saya tidak lupa menerapkan kebiasaan saya ๐Ÿ˜…, liat keadaan sekitar, perhatikan suasananya dan langsung cari tau seperti apa sifat dari orang-orang yang ada di sini walau dengan melihat cara bicara mereka saja, tanya apa yang perlu ditanyakan dan JANGAN PERNAH TAKUT (saya sudah menghapus kata takut saat pertama kali masuk kuliah dulu ๐Ÿ˜‘.

Setelah itu saya di panggil oleh salah satu karyawan disana, tidak begitu tua dan tampak seperti sudah memiliki anak.
Dia berkata "Adek nama kamu siapa"
"Namaku **winn kak(maaf saya sensor)
"kamu mengabdi ya? sudah di kasih tau gaji orang mengabdi itu berapa?"
Jawabku "belum kak"
"Disini paling rendah gajinya 400 ribu, kalau dulu waktu masih menjadi honorer belasan tahun yang lalu itu sekitar 20 ribu, jadi kalau hanya mau mengincar gaji tinggi sebaiknya tidak usah, banyak yang tidak tahan menjadi honorer" (dia berbicara seperti ingin mematahkan semangat saya)
Dalam hatiku "mau mematahkan semangat dan mentalku? maaf saya sudah melalui banyak, perjuangan saya begitu keras, saya sudah melawati banyak sekali cobaan sebelumnya๐Ÿ˜Š"

kemudian saya  berkata " tidak apa-apa kak, biar tidak digaji tidak masalah (berani juga ya saya bicara seperti itu padahal saya memang butuh uang)"

Setelah itu dia bercerita tentang dirinya dan beberapa orang disini yang sudah mengabdi bertahun-tahun.

Dalam hatiku berkata "sepertinya merekalah orang-orang yang paling setia di dunia ini, mereka mengabdi dengan gaji yang sedikit selama belasan tahun, pasti banyak hal-hal sulit mereka telah lalui dan korbankan, pasti mereka selalu memberikan yang terbaik, terutama pada pasien yang datang. saya pikir "Inikah salah satu bentuk kesetiaan?๐Ÿ˜‡"

Beberapa minggu bekerja saya sering salah menyiapkan obat, terkadang saya di kritik juga, dan selalu diberi saran untuk selalu FOKUS, namun saya bersyukur bisa ditempatkan kerja bersama orang baik seperti mereka ini ๐Ÿ˜‡.

Owh iya.. saat beberapa hari kerja, saya pernah di cie..cieein oleh beberapa perawat di sana, mungkin seumuran saya sih, tapi saya biarkan saja sambil senyum seperti biasa, karena saya pikir mungkin mereka hanya bercanda saja biar lebih akrab (Tidak peka lu **winn ๐Ÿ˜…) .

Lanjut lagi....

Setelah 1 bulan bekerja sebagai tenaga kesehatan, tiba-tiba teman dekat saya menghubungiku bahwa ada lowongan di apotek tempat yang sebelumnya ia pernah  kerja.
Seperti biasa tanpa membuang-buang kesempatan saat itu juga saya langsung menuju ke tempat tersebut.... setelah sampai ternyata teman saya juga ada di sana, dan tidak di sangka-sangka apotekernya juga merupakan teman satu angkatan saya dulu.

Saya ditawarkan untuk bekerja di sana secepatnya karena pada saat itu karena hanya saya yang memiliki STR (STR yang merupakan salah satu syarat untuk bisa bekerja), seperti biasa saya mengamati keadaan sekitar tempat ini :v, kebetulan saya pulang di puskesmas jam 2 siang, dan waktu kerja saya disini menggunaka shift 2 orang dan saya kerja pada jam 3 sore.

Kemudian saya bertanya ke teman saya yang merupakan salah satu blogger dan teman saya juga saat kuliah, "apakah disini saya bisa bekerja sambil menulis artikel di blogger? (triple job bro, dalam hati saya wkwkwk)"
Dia berkata "Bisa, saya sendiri sendiri juga sambil jaga apotek sambil menulis juga (pembohong-kau pembohoooongg๐Ÿ˜†๐Ÿ˜…)"

setelah itu saya langsung meminta izin pulang untuk memikirkan terlebih dahulu apakah saya jadi bekerja atau tidak.

Sesampai dirumah saya meminta izin dulu ke orang tua untuk bekerja di 2 tempat dan ternyata mereka mengiyakan, sebenarnya biar tidak perlu meminta izin, karena saya tau orang tua saya memberikan semua hak ke saya, jadi semua keputusan ada di tanganku sendiri....

Saya juga meminta saran ke teman kerja saya di puskesmas, dan ternyata mereka juga meng Iya kan, karena jika berharap 1 tempat kerja saja tidak akan mencukupi kebutuhan hidup.

Malamnya saya langsung menghubungi teman saya untuk menyetujui bekerja di apotek tersebut dari jam 3 sore sampai jam 10 malam. Jadi jika di hitung-hitung double job ini, saya bekerja dari Jam 7 pagi sampai Jam 2 Siang, kemudian Lanjut Lagi Jam 3 Sore Sampai jam 10 Malam. Bayangkan waktu yang saya habiskan, meninggalkan teman-teman dan mengorbankan waktu yang begitu banyak, bahkan saya tidak sempat untuk makan makanan rumah.

Saya juga sengaja mengambil pekerjaan sampai larut malam ini, karena saya ingin merasakan seperti apa rasanya menjadi seperti bapak saya yang bekerja dari pagi sampai malam yang merupakan buruh, memikul karung yang begitu berat dari kapal ke tempat daratan (beruntunglah kalian memiliki keluarga seorang pegawai atau pengusaha๐Ÿ˜Š). Saya tidak menyangka dengan pekerjaannya tersebut dapat membesarkan anaknya sampai sejauh ini, bahkan sampai bisa merenofasi rumah sampai menjadi lebih baik (Kalian berdua adalah salah satu motifasiku๐Ÿ˜‡).

Sejak lahir rumah saya terbuat dari papan dan yang sedihnya adalah kami tidak mempunyai kamar mandi atau tempat buang air, jadi untuk buang air sendiri saya biasa numpang di rumah nenek.

Bayangkan saya tidak mempunyai kamar mandi dari sejak saya lahir sampai saya lulus kuliah๐Ÿ˜…. Tapi yang anehnya saya tidak pernah sama sekali mengeluh saat itu. Jadi jika teman-teman saya datang berkunjung ke rumah, saya menyuruh mereka untuk buang air terlebih dahulu di rumah mereka masing-masing hahahahahha....๐Ÿ˜‚

Lanjut ke topik utama lagi...
Setelah selesai bekerja di puskesmas, saya langsung menuju ke Apotek swasta tersebut untuk memulai hari pertama kerja dan di training di sana.

Sebelumnya juga saya sudah meminta ijin dari beberapa orang yang sebelumnya kerja disini, agar mereka tidak tersinggung atau makan hati, biar lebih greget, saya tampilkan juga screenshotku beberapa chat dari mereka:
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)


Dan disinilah pengalaman sedih saya dimulai....๐Ÿ˜ฃ

Setelah saya sampai disana, saya langsung di training oleh junior saya sendiri semasa kuliah dulu, orangnya lumayan manis juga wkwkwkwk ๐Ÿ˜…. Jadi rasa lucu juga saya harus di ajar cara kerja di apotek ini oleh junior sendiri. Kebetulan dia shift pagi dan dan saya shift malam.

Hal pertama yang harus saya lakukan adalah menghafal semua obat di sini dan harus tau dimana tempatnya masing-masing. Lucunya adalah hal yang pertama kali saya hafal adalah letak kondom dan tisu magic ๐Ÿ˜‚, kemudian beberapa minyak angin dan obat generik di lemari kayu besar. Sementara obat-obat dagang agak sedikit sulit untuk di ingat, dan kebetulan ingatan saya memang buruk sejak dulu. Sore hari kemudian saya mendengar suara perempuan yang agak keras di sebelah, kata partner kerja saya "itu suara bos di sebelah toko,  sedang memberi tau karyawan sebelah"
"dimarahi kak itu? keknya tidak ji suaranya ji yang besar" Ujarku..

Setelah malam dan waktunya pulang, saya kemudian menghitung jumlah uang, memberikannya kepada bos.

Owh iya.. tempat kerja saya itu diapit dengan 2 toko, kiri dan kanan, dan ketiga tempat tersebut milik bos saya. jadi jika untuk makan, minum, atau menukar uang saya bisa pergi ke salah satu toko tersebut.

Hari pertama telah berlalu, kemudian dilanjutkan di hari kedua saya melakukan training di tempat tersebut. Disitu saya sadar ternyata teman kerja saya melakukan shift pagi dan harus menemani saya sampai larut malam lagi untuk mentraining saya.

Karena saya melihat ekspresinya yang seperti kelelahan terlihat seperti ada keluhan di wajahnya, kemudian saya langsung saja berkata "Kita pulang mi saja, saya bisa ji jaga sendiri, saya sudah hafal mi semua tempatnya obat di sini, ndak usah mi lagi training (Padahal dalam hati, obatnya pun belum ada yang saya hapal apalagi letaknya)", dengan sedikit basa basi kemudian dia memutuskan untuk pulang.

Jujur saja saya tidak suka melihat orang lain kesusahan, biarlah saya saja yang susah, yang penting mereka senang.

Namun pada akhirnya di hari ketiga saya minta untuk ditemani saja, karena ada beberapa yang saya belum paham ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚.

Hari berikutnya saya mencoba membawa laptop di apotek, untuk bekerja sambil menulis, saya pikir akan berjalan lancar tulisan yang saya ketik, tau-taunya saya selalu terganggu dengan datangnya pembeli, hingga saya tidak dapat berkonsentrasi dalam mengetik akhirnnya semalaman yang jadi hanya 1 kalimat saja.

Owh iya.. jujur saya belum belum memberitahukan namaku kepada Bos, bahkan berkas-berkas lamaran yang saya miliki tidak saya serahan bahkan saya belum memperkenalkan diri, Kenapa?? Jujur hari ketiga kerja saya sudah membaca keadaan dan sudah tau sifatnya seperti bos saya seperti apa.
(Sebenarnya saya mau merceritakan disini kenapa saya sudah tau dia orangnya seperti apa, namun karena takut kepanjangan jadi cukup di sini saja).

Saat bangun pagi, di hari keempat saya langsung merasa kelelahan, dada saya begitu sakit, saya pikir saya akan mati.... saya mencoba membenarkan lagi posisi lalu kemudian bangun saya pikir ini hanya kelelahan saja, jadi saya paksakan untuk pergi bekerja.. (fisik saya lemah tapi semangat saya kuat)
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Jujur selama saya melakukan bounble job, saat berada di puskesmas saya menjadi tidak begitu fokus, sesali saya di tegur. Saya kemudian duduk, minum, menenangkan diri dan menghela napas, melihat itu kemudian teman kerja saya berkata "ndak usah mengeluh disini, saya juga pernah kerja di dua tempat seperti itu, bahkan saat pulang masih ada yang harus di urus yaitu anak dan suami, jadi kamu harus tetap SEMANGAT"
Mendengar kata-katanya kemudian kemudian saya mencoba berdiri dan memulai lagi bekerja, dalam hati "beruntungnya saya bekerja disini... bersama orang-orang yang selalu memberi motivasi, semangat dan memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak๐Ÿ˜‡.

lanjuttt....
Karena saya kerja sampai jam 2, saya memutuskan untuk langsung ke tempat kerja ke dua saya, dengan niat sesampainya di sana saya bisa istirahat terlebih dahulu karena sudah beberapa hari ini dada saya masih terasa sakit.

Sesampainya di sana saya baru sadar ternyata ada 2 orang karyawan baru perempuan di sebelah apotek, terlihat manis, dalam hati "baguslah ada 4 orang cewe-cewe cantik, bisa tambah semangat kerja" Sontak saat itu saya langsung mengecek kadar gula darah saya.. takutnya diabetes lihat mereka.. ha..ha..ha..hea..๐Ÿ˜†.

Saya langsung bertanya ke teman saya di apotek siapa nama-nama orang lama dan orang baru disini biar gampang saat panggil atau mau tukar uang.

Niatnya ingin tidur terlebih dahulu di tempat kerja karena setengah jam lagi adalah shift saya, tapi kadang beberapa partner saya,  minta pulang duluan (sudah sering kali).
Jadi saya sontak saja langsung berkata "Kita pulang mi duluan, saya sudah di disini, ndak apa-apa ji (dengan logat sulawesi)"

Jujur saya sendiri lebih mementingkan teman daripada diri saya sendiri, senang saja rasanya bisa membantu orang tapi, kadang saya berpikir biarlah saya saya susah yang penting teman-teman saya senang.

Saya sendiri punya prinsip, kalau mereka jahat kita tidak usah ikut-ikutan jahat..
kita mulai dari hal kecil saja, kalau chat kita ke seseorang di balas lama padahal sedang tidak sibuk, kita tidak usah ikut-ikutan, kalau bisa secepatnya kita balas...
Saat kita melihat teman lama.. usahakan sapa duluan.. jangan sombong..
Jika ada orang yang menjelek-jelekkan kita di belakang, biarkan saja.. tidak usah balas untuk melawannya...
Saat kita meminta bantuan kepada teman terus dia tidak membantu dan saat ia meminta bantuan ke kita, kita balas saja dengan membantunya..
YANG PENTING KITA TIDAK SEPERTI MEREKA YANG JAHAT ITU
kita cukup berdoa semoga kita di jauhkan oleh orang-orang buruk seperti mereka..


lanjut ke cerita lagi .... ๐Ÿ˜‹

Sebenarnya saya sering merasa CAPEK juga, bayangkan saja SAYA KERJA TIAP JAM 7 PAGI SAMPAI JAM 10 MALAM, 15 JAM SETIAP HARI, bahkan sesampainya di rumah, orang tua saya sudah tidur dan kadang saya harus memasak lagi, membuat waktu tidur saya tambah berkurang. Kadang saya berpikir, "apakah ada orang yang lebih kuat dibandingkan dengan apa yang saya lakukan saat ini? (mungkin ada..)"

Jadi kadang saya menyempatkan tidur beberapa saat di tempat kerja, saat  pembeli sedang sepi (jangan ditiru adegan berbahaya ini๐Ÿ˜‚)

Tapi syukurlah wajah lelah saya tidak tampak.. (Tetap senyum๐Ÿ˜‡)
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Pada saat itu saya memutuskan untuk tidak membawa laptop dan menggantinya dengan handphone untuk membuat artikel..

Kemudian saya duduk di dekat meja kasir, menghemat suara (karena bersuara membutuhkan oksigen dan membuang tenaga) dan menenangkan diri sambil membuat catatan kecil di handphone untuk artikel di saya di internet selanjutnya..

Namun tidak di sangka-sangka suara anak baru di sebelah sangat berisi sampai kedengaran di apotek๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚..
Jujur saya tidak bisa konsentrasi menulis jika ada sedikit gangguan dan karena earphone saya juga rusak akhirnya saya memutuskan untuk TIDAK MEMBUAT ARTIKEL SELAMA BEBERAPA BULAN INI ๐Ÿ˜‚

Kalau saya dengar-dengar dan intip sedikit๐Ÿ˜† yang satunya sedang mengatur barang menggunakan pakaian yang terlihat bagus (Sebenarnya akan lebih baik jika memakai pakaian yang biasa saja saat mengangkat dan mengatur barang  biar lebih bebas bergerak saja), tapi sayang juga cantik-cantik jadi pengatur barang ๐Ÿ˜
dan yang satunya lagi duduk di bagian kasir sambil berbicara dengan dengan pembeli dengan suara ceria dan agak sedikit keras (Terlihat begitu akrab padahal baru pertama kali kenal dengan pembeli)

Saya jadi teringat beberapa teman yang sifatnya sama seperti  dia (maaf bukannya ingin menyama-nyaman, saya tau manusia tidak ingin disamakan sifatnya dengan orang lain) yaitu selalu bersemangat, ceria dan selalu akrab dengan orang semua orang walaupun orang yang baru ia kenal.

Sebanarnya bagus juga mempunyai sifat seperti itu, tapi biasanya laki akan berpandangan lain, kadang biasanya laki-laki tersebut berpikir mungkin perempuan tersebut punya rasa sama dia..

Padahal kenyataannya dia hanya mencoba mengakrabkan diri saja biar pengunjung datang kembali berbelanja lagi disini (seperti teknik marketing lah). Tapi biar lah.. Kalau hening juga kadang tidak bagus, saya sendiri sebenarnya orangnya rame juga dan tidak cuek (tapi akhir-akhir ini memang saya lagi butuh ketenangan untuk menulis dan tidak ingin membuang banyak tenaga).

Akhirnya saya mencoba berpindah tempat duduk dan berkonsentresi untuk menulis.. Namun tidak di sangka-sangka penjaga kasir tadi datang ke apotek dengar beraninya sambil berkata " bellee, ada obat kapsul๐Ÿ˜†" Saya kemudian berdiri sambil berbicara dalam hati " harus kah saya sebutkan semua bentuk sediaan kalsul yang ada dimpat ini? -_- "

Sebenarnya saya ingin sedikit jail, namun karena kita tidak boleh main-main dengan obat dan ingin menyimpan tenaga untuk besok.

Saya bingung dengan pertanyaannya, mungkin dia hanya mencari-cari perhatian dan ingin mengakrabkan diri saja. Sediaan kalsul kan banyak dan indikasinya juga beda-beda.

Jadi saya langsung tanya dengan nada pelan dan sedikit cuek (karena ingin menghemat tenaga saja) "sakit apa? Untuk siapa?" ujarku pertanyaan yang biasa saya tanyakan kepada pembeli. Karena jawabannya tidak begitu jelas dan saya mulai sedikit malas untuk berbicara, akhirnya setiap pembicaraan yang ia katakan saya hanya mengangguk dan menggeleng gelengkan kepala saja ๐Ÿ˜..

Melihat respon saya yang begitu cuek dan jarang bicara dia kemudian berkata " kenapa kita tidak bicara? Kita jawab pi..!! Nanti suara ta di ambil sama tuhan itu!! "

Saya kemudian langsung menjawab "sebagian suara saya memang sudah diambil sama tuhan๐Ÿ˜Š" Saya sendiri memang sulit berbicara, ada beberapa huruf jika dijadikan dalam bentuk kata saya jadi tersendat sendat dalam berbicara (Contohnya huruf DK dan T).. Kadang saya akali dengan mengganti kata lain biar jadi lancar bicaranya.. Dia kemudian pergi dengan sedikit kecewa dengan perkataanku tadi, mungkin dia tidak percaya..

............

Karena hari minggu saya masuk pagi di apotek, saya mencoba membersihkan ruangan serta mengatur ulang tata letak obat, tidak di sangka-sangka pengatur barang dan penjaga kasir yang manis dan ribut itu juga masuk pagi -_-.

Ternyata mereka mengamati saya dari monitor cctv (Kebetulan layar monitor cctv berada di sebelah), sambil berteriak keras dia bilang "ciieee rajin๐Ÿ˜†"

Saya tidak begitu mempedulikan karena saya tiak suka uga jika tempat kerja saya tidak nyaman untuk ditempati...

karena tangan saya begitu gatal, saya coba membuka semua dokumen dan berkas-berkas para pendahulu sebelumnya dan WOW๐Ÿ˜†. Setelah beberapa jam melihat-lihat akhirnya saya bisa menyimpulkan, yang pertama toko ini dari tahun-ketahun pendapatannya begitu-begitu saja tidak ada kenaikan yang besar, yang kedua fasilitas di sini tidak terurus dan yang ketiga banyak yang keluar dari tempat ini (bahkan ada yang bertahan hanya sampai 3 hari dan 1 minggu saja, kalau tidak salah)

Karena saya penasaran kenapa banyak sekali karyawan yang keluar akhirnya saya mencoba menghubungi beberapa teman saya yang dulu pernah kerja di tempat ini, Setelah saya  tau kenapa beberapa dari mereka keluar akhirnya saya berpikir "Gaji pertama saja deh.. setelah itu saya keluar" (maaf saya tidak bisa menceritakan isi pembicaraan saya dengan temanku tersebut, rahasia.. hehe..)

Setelah satu bulan kerja dan akhirnya saya gajiannn.. ahahahahahahaee ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜†
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)
Karena gaji tidak boleh kita nikmati sendiri, akhirnya saya mentraktir teman-teman saya ada di apotek, kebetulan saat itu yang ada hanya 2 orang cewek, penjaga kasir dan partnet saya di apotek, untung mereka cantik dan manis, kalau tidak mungkin saya tidak akan traktir mereka ๐Ÿ˜…(bercanda), syukurlah waktu itu mereka hanya minta es krim kalau nasi ayam bangkrut saya.....

Owh iya.. sebenarnya orang tua saya menyuruh saya keluar dari apotek karena gajinya sedikit, karena saya masih betah di sana, masih butuh uang dan tidak ingin keluar akhirnya beberapa kali sering adu mulut, jujur saya dan orang tua saya beda pemikiran, memang dari dulu tidak sejalan, itulah kenapa dari dulu saya lebih sering main di luar (tapi masih tetap akur lah, beda pendapat kecil saja).

Kadang saat sendiri saya sempat berpikir
apakah dengan gaji saya sekarang ini apa bisa memenuhi kebutuhan saya seorang diri?
beli barang-barang yang di inginkan apakah bisa?
kumpul uang panai bisa tidak ya??
Jika pada saatnya orang tua saya tidak bisa kerja lagi bisakah saya menafkahi mereka?๐Ÿ˜ฅ
(dan saya tau jawabannya tidak bisa๐Ÿ˜ฃ.. saya harus keluar dan mencari tempat dan pengalaman yang lebih baik)
Banyak yang telah saya korbankan.. teman-teman, waktu dan kesehatan saya juga mulai menurun..
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Sudah lah.. lanjut ke apotek...

Satu bulan lebih telah berjalan... banyak pekerja di tempat ini yang keluar.. digantikan dengan yang lain termaksud partner saya yang lama.. mereka keluar dengan alasan yang sama (BOSNYA JELEK๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‹) walaupun sudah biasa ditinggalkan.. tapi sedih juga..

Sebenarnya ada yang ingin saya katakan ke kalian dari dulu maaf yaa.. "mental kalian, mental kerupukkkk.. penakutttt.." kalau kamu tidak merasa salah, lawann.. tatap matanya .. terus bicara dengan beraniii.. mau-maunya saja di injak-injak..

Syukurlah selama 2 bulan kerja di sana bos tidak berani garu-garu apotek...

Belasan orang  datang dan pergi dari tempat ini.. yang bertahan dan saya kenal akrab hanya 3 orang saja, 2 penjaga kasir laki-laki dan perempuan yang kadang suka berisik datang diapotek ngak jelas maksudnya mau ngapain๐Ÿ˜œ.. dan 1 orangnya apoteker saya yang dari dulu memang akrab karena sekelas semasa kuliah dulu...

Kalau saya perhatikan penjaga kasir perempuan yang satu ini baik dan rajin juga, sering membersihkan tempat ia kerja, saya juga merasa terbantu karena lantai depan apotek sering ia pel tanpa di suruh๐Ÿ˜‡ ..

Karena waktu itu saya memang akrab sama dia, jadi kadang kita bercerita depan apotek, kadang bahas gosip๐Ÿ˜‚, kadang juga bahas soal kuliah dan pekerjaan.

...........

Setelah pulang kerja sekitar jam 11 malas, saya kemudian melepas baju dan membersihkan badan di kamar mandi , Tidak boleh mandi malam, jadi saya cuci kaki, tangan muka dan rambut saja...

Entah kenapa tiba-tiba saya oleng.. kehilangan keseimbangan.. dan saya jatuh di kamar mandi (mungkin karena saua kecapean dan kesehatan tubuh menurunn), kepala dan wajah saya menghantam pinggiran WC Duduk... tidak di sangka-sangka beturannya keras sampai bantalan WCnya ruak..

Jari telunjuk saya biru.. bibir dan lidah saya robek.. saat saya meludah banyak juga kecap yang keluar oiiii...

Saat itu saya masih terbaring di lantai (masih pusing).. karena benturannya memang sangat keras akhirnya ibu saya terbangun sambil marah-marah tidak jelas  dari kamarnya ke saya..
Saya merasa aneh.. saya tidak sengaja jatuh malah dia marah-marah karena saya jatuh...
salah saya apa?? bukannya di tolong tapi marah-marah.. anehh..
Akhirnya saya emosi.. (Maaf jangan di tiru) akhirnya kita berdebat lagi.. dan saya yang menang soal main kata ๐Ÿ˜…
(saya baru sadar saat berbicara mucratan darah dari mulut saya keluar sampai menempel di dinding)

(maaf yaa saya menulis ini.. kalau dipikir-pikir sedih juga waktu itu marah-marah tidak jelas, sebernarnya tidak pantas juga saya menulis ini dan bertengkar sama orang tua saya, sudah 1 bulan sering berdebat, saya rasa mungkin karena pekerjaan saya yang masih saya pertahankan)

Setelah itu saya beres-beres dan lanjut tidur saja...

Akhirnya besoknya saya memutuskan untuk keluar dari apotek (banyak alasan juga yang membuat saya ingin keluar)... saya meminta tolong ke teman, apoteker, memposting di facebook dan whatsapp, untuk menginfokan bahwa ada lowongan di apotek ini..

Berselang beberapa menit kemudian perempuan penjaga kasih di sebelah langsung chat ke saya tentang status saya di whatsapp, kalau tidak salah kata-katanya seperti ini " kak jangan mi dulu kita keluar, sama-sama saja nanti dengan saya bulan depan"
Akhirnya saya iya saja.. karena saya tau seperti apa rasanya ditinggalkan oleh teman yang sudah akrab.. dan waktu itu memang saya masih butuh uang tambahan juga.. akhirnya saya memutuskan 1 bulan lagi saya kerja di tempat itu..

Beberapa minggu kemudian, saat itu saya masih di puskesmas, tiba-tiba apoteker saya chat katanya "**winn sudah ada penggantimu besok dia mau datang di apotek"
Dalam hati "astaga saya lupa kasih tau temanku yang 1 ini kalau saya tidak jadi keluar, tidak mungkin juga kan saya mau bilang lagi ke dia bahwa saya tidak jadi keluar, karena pengganti saya sudah ada"
Akhirnya saya bilang "iya, okeh mi", karena saya harus mengikuti kata orang tua saya juga, sudah di suruh keluar tapi masih tidak saya dengar ๐Ÿ˜Œ
Tidak di sangka-sangka hanya berselang 1 menit penjaga kasir langsung chat ke saya "Kak kita mau keluar dari apotek?"

Dalam hati "kebetulan yang luar biasa tiba-tiba dia ikut chat"
akhirnya saya bilang "iya.. penggantiku sudah ada" kalau tidak salah dia tidak balas lagi chat saya..

Sesampainya di apotek tempat kerja ke 2 saya.. dia terlihat seperti marah ke saya, mungkin karena saya tidak menepati janji..
(Saat itu dia menganggap saya seperti kakaknya sendiri)

Malam harinya saat kerja, saya bilang ke dia "penggantiku sudah datang mi barusan bawa berkas lamarannya di sini"

Sontak ia langsung langsung menangis ๐Ÿ˜ข.....

Saya juga salah langsung mengatakan hal seperti itu saat ia marah..

Dengan rasa menyesal saya datang ke tempatnya dan menanyakan kenapa ia menangis..
"kenapa kamu menangis? masih bisa ji kita ketemu nanti.. sekali-kali saya datang ji di sini jalan-jalan"
Dengan mata merah dan air mata ia berkata "Cepat sekali kita keluar, penjaga kasir yang 1 nya juga mau keluar, tinggal saya sendiri di sini"
(kalau saya simpulkan 2 orang laki-laki yang selalu akrab dengan dia akan keluar dari tempat kerja ini, dia rasa tidak adil karena harus ditinggalkan oleh 2 orang laki-laki yang sudah akrab dengan dia selama 2 bulan ini dan harus keluar secara bersamaan dan meninggalkan dia seorang diri๐Ÿ˜”๐Ÿ˜ฅ"

Terus saya bilang "kan masih ada yang lain cewek-cewek lain di sebelah masih ada yang bisa di ajak bicara, teman saya di apotek juga ada"

saya bersikap sewajarnya dan memberi saran..karena ada hati yang harus saya jaga juga jika bersikap berlebihan๐Ÿ˜Š (saya menganggapnya seperti adik saya sendiri.. karena dia memang bilang kalau dia menganggap saya seperti kakaknya.. )

tapi dia tetap menangis karena memang anak-anak yang lain itu masih baru dan belum akrab sama dia..
Terus dia bilang "Sudah mi, kamu tidak mengerti bagaimana perasaanku"

Terus saya terdiam, dalam hati "dia berbicara tidak mengerti perasaan seolah-oleh saya tidak pernah mengalami hal itu sebelumnya, saya sudah merasakan bagaimana sedihnya ditinggalkan oleh sahabat sendiri karena dia lebih mengutamakan pacarnya... saya juga sudah merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan tanpa kabar.. hilang.. oleh teman perempuan saya dulu.. dan saat beberapa tahun lamanya saya tau kalau dia sudah menikah dan saya diblokir tanpa sebab....banyak orang yang datang dan pergi.. bahkan datang kembali hanya saat butuh pertolongan saja, saya lebih tua.. banyak hal yang saya lalui sampai sejauh ini" Saya tau seperti apa rasanya ditinggalkan..
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

................

Karena saya tidak ingin membuatnya sedih lagi.. kemudian saya membelikannya es krim dan kemudian mengantarnya pulang.. saat sampai di pintu rumah matanya masih berkaca-kaca dan masih meneteskan air mata ๐Ÿ˜Ÿ

Dan akhirnya setelah pulang lanjut lagi chat dia.. dan ternyata masih menangis sampai tengah malam๐Ÿ˜“...

2 hari telah berlalu sepertinya ia masih marah.. Kebetulan hari itu adalah 2 hari terakhir saya berada di apotek.. dan kebetulan karyawan apotek dikumpulkan semua, karena Bos ingin berbicara sesuatu..

Mau menjelang magrib bos datang..  Kemudian dia berkata "Yang tidak berkepentingan keluar dulu" (sebenarnya maksudnya berdiri dulu dari tempat duduk, karena kursi di ruangan hanya 2, jadi dengan kata lain awas bos mau duduk๐Ÿ˜…)

Akhirnya saya keluar ruangan.. karena memang sebenarnya saya sudah resmi keluar (saya pikir bicaraya pasti tidak penting juga, tidak ada ilmu yang saya dapat dari perkataannya..)

dan saya coba ke toko sebelah siapatau dia masih sedih..

ternyata benar dia masih marah.. matanya juga kelihatan masih bengkak..

Akhirnya saya duduk di luar depan pintu toko saja sambil melihat-lihat dia kerja sambil mentraining karyawan baru di tokonya..
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)
Kalau saya perhatikan memang anak ini rajin.. mungkin pintar juga.. masih sempat-sempatnya juga membersihkan saat hujan.. dos-dos pengalas yang di depan juga di ganti... tapi kyaknya dia tidak hitung jumlah barang yang masuk ada berapa ๐Ÿ˜….. tapi kalau saya lihat dia tidak cocok jadi karyawan.. dia cocoknya jadi bos/leader ๐Ÿ˜‡.. Baru lulus SMA tapi sudah bisa mengurus tempat kerja ini dengan baik ๐Ÿ˜Š

Setelah itu.. sepertinya ia berbicara dengan teman satu kerjanya bahas soal puding..
dia bahas tentang agar-agar merk nutrigel.. (Kalau saya tidak salah  dia mau buatkan kita puding untuk semua karyawan disini. dalam hati baiknya anak ini ๐Ÿ˜‡.. padahal moodnya sedang tidak bagus)...

Akhirnya saya coba masuk ke pembicaraan mereka.. saya bilang " saya tidak suka merk nutrigell.. sukanya merk swallow ๐Ÿ˜…" (karena ibu saya sendiri kalau bikin puding biasanya pake yang merk swallow itu... puding buatan ibu saya enak sekali.. biasanya diatas pudingnya ia taruh krim vanilla... pokoknya enak๐Ÿ˜‡)

Karena mungkin saya tidak terlalu di gubris dan jawabannya singkat akhirnya saya duduk-duduk depan pintu sambil menunggu mantan pulang (maksudnya mantan bos๐Ÿ˜‚)..

Pas mau balik ke apotek tidak di sangka-sangka dia belikan saya susu kotak yang biasa minum.. (Baiknya ๐Ÿ˜‡ saya rasa mungkin dia tidak marah lagi)

Akhirnya bos ke toko sebelah bdan beberapa menit kemudian ia pulang..

Kemudian saya hanya berdiri-berdiri saja di depan apotek..

Ternyata penjaga kasir tadi datang sambil menangis lagi di apotek๐Ÿ˜“..

Katanya "Saya sudah keluar mi juga dari tempat kerjaku hari ini kak.. saya sudah di kasih keluar tadi sama bos๐Ÿ˜ญ" (dia dikeluarkan dengan alasan tidak jelas, saya pikir dia mau melawan.. ternyata dia terima saja dikeluarkan..-_-)

Sebenarnya saya merasa legah juga.. karena rasa bersalah saya hilang.. sebelumnya dia juga memang ingin keluar tapi waktunya belum tepat..
Bukannya senang dia masih sedih.. katanya cara di keluarkan tidak baik... dengan alasan yang benar-benar tidak masuk di akal dan mendadak..

Akhirnya saat itu juga dia sudah resmi keluar dan tidak ada alasan lagi untuk tetap di sini..
Saya sendiri besoknya  masih harus tetap di sini karena beberapa tugas yang harus saya selesaikan di apotek..

Besok paginya dia sudah tidak ada.. dan sudah digantikan dengan orang baru...

Ternyata dia masih ingin menepati janjinya.. mau buat puding untuk diberikan kepada semua karyawan disini... baiknya adekku yang satu ini ๐Ÿ˜‡
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Dia datang di apotek sekitaran jam 2an..  sambil dibagi-bagikan kan teman yang lain.. saya dikasih yang ini puding dan bronis coklat... katanya buatannya sendiri.. ๐Ÿ˜‡
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)

Jarang menemukan orang seperti dia.. tapi maaf sebelumnya kadang ada beberapa sifat yang saya tidak suka dari dia adalah saat teman-temannya sedang ngumpul bercerita, kadang dia hanya fokus main hp dan game (Saya jadi ingat kata teman saya dulu " Tidak sopan.. saat teman-teman lain kumpul.. tidak usah sibuk main hp.. apa gunanya kita disini? hp mu lebih penting?  luangkan waktumu untuk orang terdekat.. momen langkah ini kita bisa kumpul-kumpul lagi๐Ÿ˜‡)

Saya sendiri memang orang yang tidak bisa lepas dari hp, saya juga gamer.. tapi kalau sudah di ajak kumpul bercerita bersama teman.. handphone saya, saya simpan.. bahkan saya jauhkan.. pegang hp bisa kapan saja.. tapi momen seperti kumpul bersama teman-teman terdekat itu jarang terjadi karena kesibukan masing-masing.. saya berpikir kapan lagi kita bisa kumpul-kumpul seperti ini sambil tertawa seperti ini ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡...

Tapi biarlah... mungkin dia punya alasan tersendiri...

Owh iya.. hari itu juga merupakan hari terakhir saya kerja di apotek tersebut.. sedih juga harus meninggalkan teman-teman yang lain (Alayy)

Sebelumnnya terimakasih untuk puding dan brownisnya๐Ÿ˜‡.. terimakasih untuk kalian yang datang dan pergi... terimakasih untuk orang-orang yang membuatkan sarapan pagi dan malam untuk semua karyawan di toko ini.. terimakasih untukmu yang memecahkan keheningan di tempat ini.. terimakasih untuk semua partner kerjaku di apotek, senang bisa bertukar pengetahuan bersama kalian๐Ÿ˜Š..

Semoga teman-teman saya yang keluar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan dihindari dari hal-hal yang tidak baik..
Untuk kalian yang masih kerja disana tetap jaga sikap.. jangan lupakan kita.. semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan hati kalian..
Semoga teman-teman yang dikeluarkan dapat mendapatkan pekerjaan yang lebih baik..
Untuk yang ingin melanjutkan kuliah jangan lupa belajar.. jangan memandang remeh apapun.. hidup itu keras.. tetap fokus.. tetap di samping allah.. jangan lupa berdoa.. jangan lupa untuk selalu bersyukur..๐Ÿ˜‡
Untuk diri saya sendiri .. sambil mengejar masa depan.. jangan lupakan teman dekat dan keluarga.. tetap bersikap baik.. harus rendah hati.. jangan kasar.. jaga perkataan.. harus bisa meminta maaf duluan.. rajin-rajin sholat.. jangan membantah orang tua.. harus bisa membantu orang lain dan jangan sombong dengan ilmu yang kita miliki ๐Ÿ˜‡

maaf kepada ibu saya karena tidak menuruti perkataannya.. maaf kepada teman-teman saya di sana jika ada perkataan dan sifat saya yang menyakiti hati kalian.. saya bukan orang orang yang sempurna. jadi maafkan saya ๐Ÿ˜Š

Sulit untuk mengucapkan.. tapii.. sampai jumpa kawan.. semoga kita bisa berkumpul kembali menceritakan kisah-kisah kita.. senang rasanya bisa bertemu dengan kalian..๐Ÿ˜‡
Aku Kamu Dia dan Mereka (Ceritaku Selama 3 Bulan Kerja di Dunia Nyata)
The end
........................................
Sebenarnya saya tidak suka buru-buru dalam menulis... saya butuh ketenangan.. karena saya takut momen dan rangkaian katanya tidak pas.. tapi biarlah saya di kejar waktu juga...

Ada beberapa kisah yang sebenarnya bagus dan lucu juga.. namun saya tidak masukkan karena saya pikir akan sangat kepanjangan dan kalian jadi malas membaca.. tapi saya harap kalian bisa menikmati cerita saya ini, terimasih...

Ditulis Oleh : Winn, 2020
winn

Related Posts

Posting Komentar